Dengan usaha keras dari seluruh lapisan masyarakat, Surabaya Hijau, bukan hanya sebuah impian...

« Home | Ruang Terbuka Hijau: Sembilan Taman Segera Dibenahi » | Trotoar dan Jalur Hijau Bebas Reklame » 

16 June 2007 

Kurangnya Kesadaran Masyarakat

Dengan semakin bertambahnya penduduk maka tentu akan semakin banyak pula oksigen yang diserap, disamping itu bertambahnya jumlah penduduk juga berakibat pada semakin bertambahnya jumlah kendaraan, khususnya kendaraan bermotor. Maka langkah ini (sajisapo) merupakan langkah yang sangat tepat untuk menjaga kadar oksigen di atmosfer Kota Surabaya tetap stabil dan terlihat semakin asri. Namun sayangnya, langkah yang diambil pemerintah ini tidak dibarengi oleh sikap positif masyarakat. Bagaimana tidak, pohon yang sudah ditanam oleh Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Surabaya harus dicuri karena harganya yang cukup tinggi di pasaran. Kejadian itu seharusnya menjadi masukan untuk pemerintah, yakni agar lebih selektif dalam memilih tanaman yang akan ditanam dijalur hijau. Jika sekiranya tanaman tersebut bernilai jual yang tinggi, seharusnya ditanam di tempat yang lebih aman. Halaman kantor instansi pemerintah misalnya, sehingga tanaman-tanaman tersebut tidak sia-sia. Yang terpenting menurut saya adalah tanaman yang ditanam bisa menghijaukan serta mengurangi polusi di jalanan Kota Surabaya.

Ruang Terbuka Hijau: Satu Jiwa, Satu Pohon, Satu Mimpi

KOMPAS Jawa Timur - Senin, 30 Jan 2006

Pada November 2005 gerakan satu jiwa satu pohon dicanangkan Pemerintah Kota Surabaya sebagai salah satu upaya mewujudkan mimpi Surabaya hijau. Namun, mimpi ini agaknya tidak mudah tercapai mengingat banyaknya hambatan.

Instruksi Wali Kota Nomor 11 Tahun 2005 mewajibkan setiap pemohon akta kelahiran atau surat permohonan menjadi penduduk menyumbangkan satu pohon untuk penghijauan. Warga dapat menanam pohon di halamannya atau menyerahkannya kepada kelurahan.

Namun, program percepatan penghijauan ini tidak berjalan sesuai dengan yang diinginkan. Misalnya, di Kecamatan Genteng yang terletak di pusat Kota Surabaya lahannya sudah sempit. Akibatnya, kelurahan yang diserahi pohon oleh warga menyerahkan lagi ke Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Surabaya. Instansi ini kemudian menanam pohon-pohon itu di tempat lain yang masih kosong. "Hal itu terjadi di Kelurahan Kapasari," ujar Camat Genteng Hari Setyo Widodo.
Hambatan lain adalah pencurian tanaman. Seperti pada tumbuhan perdu yang ditanam dinas kebersihan dan di Jalan Ahmad Yani serta dadap merah di Jalan Jaksa Agung Suprapto.

“Maksudnya untuk memperindah kota dan mengurangi polusi, tetapi tanaman malah dicuri, bahkan dibakar. Kesadaran masyarakat masih kurang," keluh Heru, staf Tata Usaha Dinas Kebersihan dan Pertamanan Surabaya. Pencurian tanaman diduga dilakukan orang yang mengenal tanaman. Pasalnya, tanaman yang dicuri berharga mahal di pasaran. Walaupun menghadapi kendala, mimpi menjadikan Surabaya hijau harus tetap diperjuangkan, bahkan menjadi prioritas. Polusi yang dikeluarkan industri ataupun kendaraan bermotor perlu diimbangi dengan banyaknya ruang terbuka hijau, seperti jalur hijau dan taman kota.

Berdasarkan penelitian pakar hukum lingkungan Universitas Airlangga Suparto Wijoyo, pada tahun 1993-2003 rata-rata 70.000 ton emisi yang mengandung timbal mencemari udara Surabaya setiap tahun. Seperti diketahui, selain mengganggu kesehatan, timbal juga menghambat perkembangan otak balita.

Menurut Suparto, selama pembangunan masih berpihak kepada kapitalis semata dan meminggirkan pentingnya lingkungan, tidak mungkin ruang hijau di Surabaya akan bertambah. Sebaliknya ruang hijau akan semakin tergerus dan bisa-bisa pada 10 tahun atau 20 tahun mendatang Surabaya hanya terisi bangunan beton. Akhirnya mimpi tinggallah mimpi.... (D12)

Anda pengunjung yang ke ...

Get free counter at Cgi2yoU.com

About me

  • I'm Ibnu Malik
  • From
My profile


Jam (WIB)

Archives

    This page is powered by Blogger. Isn't yours?

    make money online blogger templates

Surabaya Hijau is powered by Blogspot and Gecko & Fly.
No part of the content or the blog may be reproduced without prior written permission.
First Aid and Health Information at Medical Health