Ruang Terbuka Hijau: Sembilan Taman Segera Dibenahi
KOMPAS Jawa Timur - Rabu, 18 Apr 2007
Surabaya, Kompas
Sembilan taman di Kota Surabaya segera dibenahi dan dilengkapi berbagai fasilitas bermain dan olahraga. Pembiayaan penataan seluruh taman tersebut diserahkan kepada perusahaan swasta maupun pemerintah.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pola penggarapan seluruh taman sama dengan Taman Bungkul yang diserahkan kepada PT Telkom. "Ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi pihak ketiga, tetapi tidak terlalu merugikan. Prinsipnya sama-sama menguntungkan," ujar Rismaharini, Senin (16/4) di Surabaya.
Menurut Rismaharini, areal taman yang perlu dibenahi ada yang luasnya mencapai delapan hektar dan paling kecil lahan seluas dua hektar. "Areal taman yang luas akan ditawarkan kepada perusahaan termasuk badan usaha milik negara yang membuka kantor cabang di Surabaya. Dengan luas delapan hektar berarti butuh dana besar juga," katanya.
Pembenahan sejumlah taman di Surabaya terus diupayakan karena warga Surabaya gemar memanfaatkan taman untuk olahraga, bermain, serta berkumpul. Keberadaan Taman Bungkul begitu bermanfaat bagi warga.
Paling tidak, menurut dia, warga bisa melepas lelah setelah pulang kerja atau berkumpul dengan teman dan keluarga pada hari libur. Apalagi di Taman Bungkul selain ada fasilitas bermain bagi anak-anak, juga diberikan kemudahan mengakses internet.
Seperti diungkap Nila (35), warga Bendulmerisi Permai, yang hampir setiap pekan mengajak keluarganya ke Taman Bungkul. "Perlu beberapa taman lagi yang dibuat seperti Taman Bungkul sehingga ruang terbuka hijau (RTH) di Surabaya makin banyak, kendatipun sudah ada beberapa taman seperti Taman Prestasi dan Taman Flora dan Fauna Bratang," katanya.
Menurut Rismaharini, pembenahan taman sekaligus melengkapi berbagai sarana yang diserahkan kepada pihak ketiga karena Pemerintah Kota Surabaya tidak memiliki anggaran. Untuk menata taman tidak sekadar menanam pohon dan bunga, tetapi harus dibangun pula beberapa sarana pendukung sehingga ada daya tarik bagi masyarakat untuk memanfaatkan taman untuk berbagai kepentingan.
Saat ini RTH yang dikelola Dinas Kebersihan dan Pertamanan seluas 260 hektar. Persentase RTH terhadap areal Kota Surabaya yang luasnya mencapai 32.637 hektar persegi, hanya sekitar 0,79 persen. (ETA)
Surabaya, Kompas
Sembilan taman di Kota Surabaya segera dibenahi dan dilengkapi berbagai fasilitas bermain dan olahraga. Pembiayaan penataan seluruh taman tersebut diserahkan kepada perusahaan swasta maupun pemerintah.
Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya Tri Rismaharini mengatakan, pola penggarapan seluruh taman sama dengan Taman Bungkul yang diserahkan kepada PT Telkom. "Ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi pihak ketiga, tetapi tidak terlalu merugikan. Prinsipnya sama-sama menguntungkan," ujar Rismaharini, Senin (16/4) di Surabaya.
Menurut Rismaharini, areal taman yang perlu dibenahi ada yang luasnya mencapai delapan hektar dan paling kecil lahan seluas dua hektar. "Areal taman yang luas akan ditawarkan kepada perusahaan termasuk badan usaha milik negara yang membuka kantor cabang di Surabaya. Dengan luas delapan hektar berarti butuh dana besar juga," katanya.
Pembenahan sejumlah taman di Surabaya terus diupayakan karena warga Surabaya gemar memanfaatkan taman untuk olahraga, bermain, serta berkumpul. Keberadaan Taman Bungkul begitu bermanfaat bagi warga.
Paling tidak, menurut dia, warga bisa melepas lelah setelah pulang kerja atau berkumpul dengan teman dan keluarga pada hari libur. Apalagi di Taman Bungkul selain ada fasilitas bermain bagi anak-anak, juga diberikan kemudahan mengakses internet.
Seperti diungkap Nila (35), warga Bendulmerisi Permai, yang hampir setiap pekan mengajak keluarganya ke Taman Bungkul. "Perlu beberapa taman lagi yang dibuat seperti Taman Bungkul sehingga ruang terbuka hijau (RTH) di Surabaya makin banyak, kendatipun sudah ada beberapa taman seperti Taman Prestasi dan Taman Flora dan Fauna Bratang," katanya.
Menurut Rismaharini, pembenahan taman sekaligus melengkapi berbagai sarana yang diserahkan kepada pihak ketiga karena Pemerintah Kota Surabaya tidak memiliki anggaran. Untuk menata taman tidak sekadar menanam pohon dan bunga, tetapi harus dibangun pula beberapa sarana pendukung sehingga ada daya tarik bagi masyarakat untuk memanfaatkan taman untuk berbagai kepentingan.
Saat ini RTH yang dikelola Dinas Kebersihan dan Pertamanan seluas 260 hektar. Persentase RTH terhadap areal Kota Surabaya yang luasnya mencapai 32.637 hektar persegi, hanya sekitar 0,79 persen. (ETA)

